Skip to main content

Posts

Produktivitas vs Kreativitas

Produktivitas vs Kreativitas Pertengahan Ramadhan, malam ke 16 Melanjutkan kembali tulisan di blog dengan niat tak bosan-bosannya memberikan pandangan dan cara berpikir kepada teman-teman semua mengenai susuatu yang dapat saya jangkau dengan kepala saya. Jadi, dua kata yang mewah di atas adalah kata yang sering kita dengar, apalagi teman-teman anak kuliah atau sekolah, dua kata itu adalah tuntutan bagi kita. Ini adalah tinjauan saya berdasarkan kaca mata anak ekonomi! Jadi silahkan beda pendapat dan beri komentar di bawah! Produktif adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu atau kelompok dengan memanfaatkan waktu secukupnya untuk menghasilkan sesuatu sebanyak-banyaknya. sementara, Kreatif adalah cara individu atau kelompok dalam memperoleh sesuatu secara lebih singkat dan mudah dan punya nilai tambah lebih. Tapi apa yang lebih penting daripada dua buah kata tersebut dalam kacamata ekonomi. Dua kata tersebut seolah mewakili dua sistem tua...
Recent posts

#Beropini 5 Best of Prophet Muhammad SAW - 1 (Nabi bermain bertahan seperti Atletico Madrid hari ini)

Best of Prophet Muhammad SAW - 1 (Nabi bermain bertahan seperti Atletico Madrid hari ini) Ini sangat penting untuk ditulis, sebab dapat mengingatkan kita dan terlebih menyadarkan kita atas sikap orang Islam saat ini yang cendrung Offensive/menyerang dalam menyikapi suatu isu atau opini yang berada di Publik.  Tapi bukan orang islam sepenuhnya, tapi sebagian yang sangat menyerang ketika ada isu, terutama di sosial media.  Sebut saja kasus Toa masjid, orang yang bawa anjing ke masjid, kasus Ahok, dll.  (Tulisan ini bukan untuk membuat orang islam seperti lemah atau saya membela orang-orang yang saya sebut  dalam kasus, melainkan dengan niat ingin membuat kita berpikir ulang tentang cara kita berpikir dan bertindak dalam menyelesaikan masalah). Oke, itu sebagai pengantar saja, agar tidak ada kesalah pahaman diantara kita! Jika kita membaca sejarah awal Islam tepatnya ketika Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi, begitu banyak cobaan d...

Manusia Ramadhan (Quantity vs Quality)

Manusia Ramadhan (Quantity vs Quality) Hello Geng Tulisan ini dibuat seminggu sebelum datangnya bulan Suci Ramadhan Jadi sayang mencoba menebak bagaimana prilaku dan kegiatan orang-orang di bulan Ramadhan kali ini berdasarkan bulan suci Ramadhan sebelumnya. Pertama, Dimedia sosial, akan banyak status first day puasa, lapar, ucapan Alhamdulillah dikala berbuka puasa, ceramah tentang puasa, baik yang dapat membatalkan puasa atau sekedar mengurangi pahalanya saja dan tentunya tips-tips hatam Al-Qur'an dan Tips menghafalnya. Kedua, Kenyataan sehari-hari, diam dirumah, berjamaah, membaca Al-Qur'an, atau bermain game, mencari tempat tersembunyi untuk membatalkan puasa, dll. Semua itu lumrah adanya dan biasa terjadi pada bulan penuh barokah ini But, how about Quantity vs Quality geng? Memperbanyak zikir, menamatkan Al-Qur'an sesering mungkin,menghafal Al-Qur'an, mendengar cermah sebanyak-banyaknya, mengurangi interaksi dengan lawan ...

Ramadhan 2020/1441 H

Ramadhan 2020/1441 H Dear Ramadhan.. Situasi saat ini memanglah sulit! Bukan hanya bagi umat muslim, tapi semua penduduk dunia Ekonomi sulit, sekolah susah, aktivitas dan interaksi sosial berkurang Bahkan kemungkinan terburuk adalah kami mengosongkan masjid dimana kami seharusnya berbahagia dan bersuka cita dengan kedatanganmu Al-Baqarah ayat 183 menjadi landasan wajib kami menjalani perintahMU, sebagaimana pula orang-orang beriman terdahulu Marhaban Yaa Ramadhan.. Ada malam yang indah dengan sinar bintang dan bulan serta hembusan angin yang menyejukkan Ada siang yang tak terlalu panas, ada pagi yang tak terlalu dingin Yaa Ramadhan,, Aku tak ingin mengurangi rasa cintaku kepadamu ketika dalam cobaan Aku tak ingin pula mengurangi sayangku ketika Ramadhan ini tak seperti kemarin Maafkan hati dan pikiran sempit ini bila harus berkata demikian Namun, kenyataannya memang demikian Situasi sedang sangat sulit Akan ada ledakan kembang api dilangit tapi tak ada teriak...

Aku dan Agma ini

Aku dan Agama ini Hehe.. Inilah waktu yang tepat untuk menulis dan mengisi kekosongan disaat merebakknya virus corona atau yang populer kita sebuat dengan nama Covid-19. Back to Topic Sebenarnya terlalu dini untuk menulis tentang perjalanan ini, tapi begitulah mau nulis soal Ekonomi, Politik, dll kayaknya belum tepat di situasi ini! Atau memang mungkin ilmunya yg kurang...! Dan lagi, pengennya nulis tentang ini di masa tua gitu, biar bisa dibaca anak muda, terus jadi inspirasi gitu. tapi ya sudahlah! anggap saja ini Part 1 Lahir dan besar di desa yang kecil bernama Mertak Tombok adalah bukan pilihan saya geng, Takdir Allah swt. Dan punya masyarakat yang sangat konservatif dan cinta banget sama agamanya juga bukan pilihan saya.  Seperti orang pada umumnya, TK 2 tahun, SD 6 tahun, SMP 3 tahun, dan SMA 3 tahun. Dan sekarang tumbuh besar dan mencoba menggapai dunia dengan pikiran.  Waktu SMP sempat bermasalah dengan nilai UN sehingga me...

#Beropini 4 Lee Kuan Yeuw dan Hilangnya Muka Pemimpin Indonesia di Mata Dunia

Lee Kuan Yeuw dan Hilangnya Muka Pemimpin Indonesia di Mata Dunia Hallo Genk...! Selamat datang kembali di blog tanpa adsense/iklan saya ini..hehe! Kenapa tanpa adsense? apakakah tulisan saya tidak menarik? tidak bermanfaat sama sekali? atau Google yang kekurangan duit buat ngiklan di blog saya? haha... Everything is possible Genk! well,, i just want to write and share what in my brain! Uuu...Yeah...! Pembahasan kali ini adalah sejarah hilangnya kehormatan para pemimpin di negeri kita ini di mata Internasional. Kira-kira bagaimana itu bisa terjadi Genk??? Bermula dari peristiwa pengeboman gedung WTC pada 11 September 2001 di Amerika. Pristiwa besar ini menjadi titik balik dunia modern ini, yang kaya akan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir, yang merupakan cita-cita kita sebagai peradaban terbaik sepanjang masa, justru berubah dan menjadi titik balik yang kelam bagi penganut Agama Islam.  Selang beberapa hari setelah pengeboman WTC, seluruh dunia mara...

#Beropini 3 Menjadi Islam, Indonesia, dan Manusia

Menjadi Islam, Indonesia, dan Manusia Hallo Genk! Kembali beropini lagi! Kali ini bakalan mengulik atau mencoba membahas soal bagaimana kita di Negara tercinta Indonesia ini bisa menjadi Islam, Indonesia, dan Manusia. Opini ini berangkat dari keresahan pribadi sejak 2019 memasuki pertengahan dan panas dengan soal-soal yang berbau politik, mengenai politik identitas, dan lain sebagainya. Sebenarnya politik identitas itu bukan hal baru dan diseluruh dunia bahkan berlaku. Terutama di abad pertengahan di Eropa kaum gereja sangat menguasai pada saat itu,dan sekarang diungkit-ungkit di Indonesia bahwa politik identitas adalah hal yang baru. Bagi saya politik identitas sah-sah saja, sebab memang orang memilih berdasarkan sikap masing-masing. Orang yang basicly hidup di lingkungan yang kental dengan agamanya cendrung memilih berdasarkan keyakinan pada agama, sementara orang yang hidup di lingkungan perkotaan yang heterogen cendrung memilih pada rasionalitas atau kesamaan visi...