Skip to main content

6 Kekhawatiran Ali bin Abi Thalib yang Menjadi Kenyataan

6 Kekhawatiran Ali bin Abi Thalib yang Menjadi Kenyataan

Ketika kita mendengar nama Ali bin Abi Thalib maka pada umumnya yang terpikir dalam benak kita adalah sosoknya yang cerdas dan suka memberi nasehat. Lebih dari itu Ali juga merupakan keponakan Rasulallah SAW. Beliau adalah anak dari paman Rasulallah Abdul Mutallib. Ketika sudah dewasa nanti akan menjadi menantu Rasulallah SAW dari anak yang paling dicintai Rasulallah SAW yaitu Fatimah binti Muhammad.

Oke Genk, sesuai judul yang di atas kita akan membahas tentang 6 kekhawatiran Ali bin Abi Thalib yang tengah menjadi kenyataan pada masa ini. Sebelum itu 6 hal ini berasal dari perkataan Ali bin Abi Thalib yang akan menjadi renungan dan pelajaran bagi kita semua. Pokok kekhawatiran tersebut adalah akan Datang Zaman Dimana Sifat Seseorang Berputar 3600 dari Semestinya. Perkataan ini diambil dari buku biografi Ali bin Abi Thalib  yang ditulis oleh Prof. Ali Muhammad.



1. Banyak Orang Baik tapi Tidak Berakal

Seperti yang kita semua ketahui bahwa kebaikan adalah suatu yang paling diinginkan dalam kehidupan ini, tentu kebaikan dalam bentuk apapun. Kita sebagai Muslim melakukan kebaikan dengan mengharap balasan dan keridhoan dari Allah SWT. Baik itu balasan berupa materi dari Allah SWT ataupun berupa hal-hal lain yang bahkan kita tidak bisa melihatnya. Melakukan suatu kebaikan memang bukanlah perkara yang mudah, sebab ketika kita melakukan sesuatu otomatis kita harus mengorbankan sesuatu untuk hal tersebut. Misalnya, mengorbankan tenaga, materi, pikiran, dll. Meskipun demikian, tidak serta-merta perbuatan baik yang kita lakukan akan dipandang baik pula oleh orang lain. Maka dari itu kita harus juga pandai bersikap dan memahami perbedaan.

Banyak orang baik tapi tidak berakal. Maksud Ali bin Abi Thalib adalah dia memprediksi suatu masa dimana orang berbuat baik bukan berdasarkan keinginan untuk meraih ridho dan balasan dari Allah SWT, malinkan mendapat pujian dari khalayak atau makhluk Allah. Hal ini dapat menimbulkan rasa senang berlebihan dalam hati manusia apabila mendapat pujian dan bisa menjadikannya sombong dengan memamerkan kebaikan. Tentulah hal ini sangat berbahaya sebab tiada guna dipuji berjuta manusia tetapi hina di mata Allah SWT.

Menjadi manusia yang pamer dan sombong dapat membuat perbuatan baik seseorang menjadi sia-sia, sebab pamer kebaikan akan dapat menjerumuskan seseorang kedalam salah satu perbuatan tercela yaitu Ria'. Dosa orang yang berbuat ria' sangat besar dan dijanjikan Allah SWT masuk  neraka Jahannam. Bukan mendapatkan sesuatu dari kebaikan, malah hanya akan mendapat kehampaan semata.

2. Banyak Orang Fasih Berbicara tapi Lalai dalam Perbuatannya


Dimasa yang sekarang ini kita banyak mendengar orang-orang yang fasih berbicara dan cukup enak didengar, baik melalui pertemuan secara langsung (face to face) maupun melalaui media Tv dan media sosial. Dan orang-orangnya pun tidak terbatas, baik itu orang pintar, kaya, miskin, semua mendapatkan akses untuk berbicara dengan berbagai instrumen yang mudah digunakan di zaman saat ini.

Kata-kata yang indah nan inspiratif pun menjadi pilihan yang paling digandrongi banyak orang. Tapi, tahukah kita? apakah orang-orang yang mengeluarkan kata-kata bijak dan inspiratif itu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari? who knows? Bisa iya bisa juga tidak. Mungkin anda orang yang sering menonton acara-acara penambah motivasi di tv maupun di Youtube. Apakah anda pernah bertanya dimanakah orang tersebut mendapatkan suatu hal yang membuatnya dapat berbicara seperti itu? Apakah benar yang dia bicarakan tersebut?

Maka mulai dari sekarang kita harus bertanya dan berpikir demikian agar kita tidak sembarang menganbil suatu perkataan dan menjadikannya sebuah rujukan dalam kehidupan. Karena bisa saja perkataan dan perbuatannya sangat berbanding terbalik. Mengumbar-ngumbar janji tapi tidak ditepati. Sama saja dengan memberikan harapan palsu kepada orang lain.

3. Ada Pelacur yang Menjadi Publik Figur


Mungkin ketika mendengar kata pelacur maka yang terbesit dalam pikiran kita adalah wanita sewaan, akan tetapi bukanlah itu yang menjadi maksud dari perkataan Ali bin Abi Thalib tersebut. Pelacur yang dimaksud Ali bin Abi Thalib adalah seseorang yang sering menggadaikan agamanya demi kepentingan atau kepuasan pribadinya. Yang pada umumnya untuk memperkaya diri dengan mengatasnamakan Tuhan suapaya dianggap sebagai orang yang religius.


Dan sayangnya di masa saat ini justru orang-orang seperti ini yang dijadikan publik figur. Banyak hal yang bisa menyebabkan orang-orang seperti ini terkenal dan menjadi publik figur. Diantaranya, melalui instrumen media dengan melakukan pembenaran terhadap hal-hal yang salah. Bisa dengan memutarbalikkan fakta dengan dalil-dalil demi kepuasaan pribadi.

4. Ada Ulama tapi Tidak Memberikan Tauladan yang Baik





Ulama adalah sebutan dalam masyarajat untuk orang yang mempunyai ilmu tinggi dalam bidang agama. Dalam Al-Qur'an ulama diartikan secara singkat ialah orang yang takut akan Allah SWT. Dari dua pengertian tersebut kita dapat menarik kesimpulan bahwa ulama adalah orang yang mempunyai pengetahuan tinggi tentang agama yang takut kepada Allah SWT dan memberikan tauladan yang sesaui dengan Al-Qur'an dan Sunnah kepada masyarakat.

Point yang ke empat ini senada dengan point yang ke dua, namun point yang ke empat ini khusus ditunjukkan kepada ulama. Banyak orang yang mengaku dirinya ulama karena sudah belajar banyak ilmu tentang agama dan selalu merasa benar sendiri. Hal inilah yang tidak sesuai dengan pengertian seorang ulama. Hal ini juga dapat menyebabkan banyak pertikaian dari masyrakat karena ulama tidak memberi tauladan yang baik, yang justru malah menyesatkan.

5. Banyak Orang Bodoh Tidak Tahu Diri




Bodoh yang dimaksud Ali bin Abi Thalib adalah bukan bodoh yang berhubungan dengan akademik, melaikan tapi lebih kepada kelalaian terhadap perintah yang diajarkan oleh agama islam. Banyak diantara kita yang kurang menggunakan akal kita. Kita sering melakukan suatu perbuatan dosa yang sebenarnya sudah kita ketahui konsekuensinya. Anehnya kadang-kadang dosa itu dilakukan dengan bangga tanpa rasa bersalah sama sekali.

Kadang seseorang sombong dengan dosa yang dilakukannya dengan pamer di media sosial dan lain sebagainya. Padahal hal tersebut adalah hal yang sangat memalukan , terutama bagi keluarga, masyarakat, negara dan agama. Namun tak jarang orang cuek saja dalam melakukan atau memerkan suatu perbuatan dosa yang barang tentu hal tersebut telah melanggar norma agama, masyarakat, negara dan juga mengundang murka Allah SWT.

6. Keimanan Hanya Ada dalam Pikiran, Bukan dalam Hati Sanubari



Keimanan adalah sesuatu yang kita yakini sepenuhnya dan dijalani dengan sepenuh hati. Iman memang tidaklah cukup hanya berada di dalam pikiran atau sekedar pengetahuan saja. Penting juga untuk ditanamkan dalam hati dan hati akan menggerakkan tubuh kita berdasar keimanan.

Kekhawatiran Ali benar terjadi di masa saat ini, kita begitu banyak menjumpai orang-orang yang fasih berbicara soal keimanan namun hanya sekedar pengetahuan saja. Tidak hanya itu saja, bahkan ada orang-orang yang berdebat tentang keimanan. Padahal esensi daripada keimanan itu sendiri adalah pengetahuan yang kita ketahui dan kita kerjakan. Pada masa saat ini justru ada orang-orang yang pengetahuannya tentang keimanan digunakan untuk menjatuhkan orang lain.



Oke Genk! Begitulah sedikit ulasan mengenai kekhawatiran sahabat mulia Ali bin Abi Thalib r.a. Semoga kita bukan bagian daripada yang dikhawatirkan Ali bin Abi Thalib r.a dan Semoga Allah SWT meridhoi segala perbuatan yang telah kita kerjakan.

#JanganLupa_Bahagia
Wassalam..

Comments

Popular posts from this blog

10 Ilmuan yang Masuk Islam Karena Penelitiannya

10 Ilmuan yang Masuk Islam Karena Penelitiannya Assalamu'alaikukum wr..wb.. Hallo Genk! Tahukah teman-teman, bahwa yang namanya hidayah adalah hak priogratif Allah SWT. Kita tidak bisa memberikan hidayah kepada siapapun yang kita kehendaki bahkan Nabi pun tidak dapat melakukannya karena mereka juga sama manusia biasa seperti kita. Hal yang dapat dilakukan oleh manusia adalah berusaha, menuntun, dan memberi jalan untuk memoermudah seseorang mendapatkan hidayah. Setelah itu, barulah atas izin Allah SWT seseorang bisa mendapat hidayah dan menemukan jalannya ke Islam. Ada jutaan kisah tentang orang-orang yang mendapatkan hidayah dan masuk Islam di seluruh penjuru dunia dan kisah-kisah mereka pun sangat unik-unik untuk kita ketahui. Ada yang masuk Islam karena mendengar Adzan, ada yang masuk islam karena membenci Al-Qur'an, ada pula yang masuk Islam karena si doi-nya. Hehe..macam-macamlah tak dapat kita sebutkan satu per satu. Dan tidak terkecuali juga yang masuk Isla...